Keju merupakan makanan yang penuh dengan nutrisi. Keju
memiliki banyak elemen yang sama dengan susu, yaitu protein, lemak, kalsium dan
vitamin. Satu pon keju memiliki protein dan lemak yang sama jumlahnya dengan
satu galon susu. Keju dengan tingkat kelembaban yang tinggi memiliki
konsentrasi nutrisi yang lebih rendah dibandingkan dengan keju yang tingkat
kelembabannya rendah.
Kandungan Gizi pada Keju
1.
Kandungan
Lemak pada Keju
Lemak
memberikan rasa dan tekstur yang unik pada keju. Kandungan lemak pada keju
berbeda-beda pada satu jenis keju dengan yang lainnya. Keju segar memiliki
kandungan lemak hingga 12%. Sedangkan kandungan lemak pada keju yang sudah
dimatangkan berkisar antara 40-50%.
2.
Kandungan Protein
Keju memiliki
kandungan protein sebesar 10-30%. Protein ini didapatkan dari kasein yang
dimodifikasi. Saat proses pematangan, protein dipecah menjadi oligopeptide dan
asam amino. Proses ini berpengaruh terhadap struktur dan rasa dari keju. Proses
degradasi protein disebut proteolisis dan karena proses inilah maka protein
menjadi mudah dicerna.
3.
Kandungan
Mineral
Keju sangat
kaya akan kalsium, fosfor dan seng. Satu ons keju mengandung sekitar 200ml
kalsium Kandungan kalsium pada keju akan berbeda, tergantung pada apakah keju
tersebut dikoagulasi menggunakan enzim atau asam. Keju yang dikoagulasi
menggunakan enzim mengandung kalsium dua kali lebih banyak dibandingkan dengan
yang menggunakan asam. Keju juga kaya akan sodium, karena penambahan garam saat
proses pembuatannya.
4.
Vitamin
dalam Keju
Saat susu murni
digunakan untuk membuat keju, vitamin A dan D yang larut dalam lemak tinggal
pada dadih. Namun, banyak vitamin yang larut dalam air yang hilang terbawa air
dadih. Hanya sekitar seperempat dari riboflavin (vitamin B2) dan
seperenam dari tiamina (vitamin B1) yang tinggal pada keju Cheddar, sedangkan
niasin, vitamin B6, vitamin B12, biotin, asam pantothenic, dan folat terbawa
bersama air dadih.
5.
Kandungan
Laktosa
Kandungan laktosa
pada keju sangatlah kecil, yaitu berkisar 4.5-4.7%. Hal ini dikarenakan dalam
prosesnya sebagian besar laktosa dalam susu keluar bersama air dadih dan yang
tersisa diubah menjadi asam laktat saat proses pematangan. Karena itu, keju
merupakan makanan yang aman dikonsumsi oleh orang yang memiliki intoleransi
laktosa dan penderita diabetes.
Manfaat Mengkonsumsi Keju
1.
Menjaga Kesehatan Gigi
Sebagai produk
olahan susu, keju kaya akan kalsium. Tingginya kalsium dalam keju sangat
dibutuhkan untuk menjaga kekuatan dan kesehatan gigi. Selain tinggi kalsium,
kandungan laktosa dalam keju cenderung rendah. Semakin tua usia keju, semakin
rendah jumlah laktosa. Laktosa adalah salah satu bentuk gula yang merugikan kesehatan
gigi. Jadi.. makan keju bisa menjaga kesehatan gigi.
2.
Baik Untuk Masa Pertumbuhan
Selain memiliki
kadar kalsium yang tinggi, keju kaya akan vitamin B. Vitamin B baik untuk
anak-anak dalam masa pertumbuhan, ibu hamil dan menyusui, juga orang dewasa.
Asupan vitamin B sangat dibutuhkan mereka yang sedang dalam masa pertumbuhan,
karena vitamin B dapat membantu penyerapan dan distribusi kalsium ke seluruh
tubuh
3.
Mencegah
Osteoprosis
Seperti yang sudah
dijelaskan sebelumnya, perpaduan kalsium dan vitamin B dalam susu dapat menjaga
kesehatan tulang. Tetapi tidak hanya untuk mereka yang dalam masa pertumbuhan,
orang dewasa, terutama wanita membutuhkan asupan kalsium untuk mencegah
osteoporisis. Terpenuhinya asupan kalsium pada masa dewasa akan membentuk
tulang yang padat. Keju dapat menjadi salah satu hidangan yang bisa memenuhi
kebutuhan kalsium Anda.
4.
Mencegah
Kanker
Keju mengandung
konjugasi asam linoleic dan sphingolipids yang membantu mencegah
kanker. Selain itu, beberapa manfaat lain dari keju adalah mencegah penyakit
beri-beri, meningkatkan kualitas darah, menguatkan hati, dan membuat penyerapan
nutrisi di dalam tubuh lebih baik.
5.
Mencegah
Diabetes Tipe 2
Dalam hasil
penelitian yang ditulis di American Journal of Clinical Nutrition,
dijelaskan bahwa orang yang mengonsumsi dua potong keju atau sekitar 56 gram
sehari dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 12 persen. Para
peneliti percaya bahwa penurunan risiko diabetes ini berkaitan dengan bakter
Tidak ada komentar:
Posting Komentar