Sagu adalah tepung atau olahannya yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung sagu yang relatif sulit diperoleh sering diganti dengan tepung tapioka sehingga namanya sering kali dipertukarkan, meskipun kedua tepung ini berbeda.
Sagu
merupakan makanan pokok bagi masyarakat di Maluku dan Papua yang tinggal di pesisir. Sagu dimakan
dalam bentuk papeda, semacam bubur, atau dalam bentuk-bentuk yang lain.
Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas
dengan daun pisang. Selain itu, saat
ini sagu juga diolah menjadi mi dan mutiara.
Sebagai
sumber karbohidrat, sagu memiliki
keunikan karena diproduksi di daerah rawa-rawa (habitat alami rumbia). Kondisi
ini memiliki keuntungan ekologis tersendiri, walaupun secara ekonomis kurang
menguntungkan (menyulitkan distribusi).
Kandungan gizi
Tepung sagu
kaya dengan karbohidrat
(pati)
namun sangat miskin gizi lainnya. Ini terjadi akibat kandungan tinggi pati di
dalam teras batang maupun proses pemanenannya.
Seratus gram
sagu kering setara dengan 355 kalori.
Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram
karbohidrat, 0,2 gram protein,
0,5 gram serat, 10 mg kalsium, 1,2 mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah
sangat kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar