Saat ini
banyak ditawarkan berbagai produk pemutih dengan berbagai kemasan. Pemutih ada yang berbentuk padat dan cair. Bahan utama pemutih padat (bubuk putih) adalah
kalsium hipoklorit dengan rumus kimia Ca(ClO)2 yang secara umum
dikenal sebagai kaporit. Bahan ini lazim dipakai untuk mensucihamakan air PAM
dan kolam renang. Bahan utama pemutih cair adalah natrium hipoklorit dengan
rumus NaOCl.
Natrium
hipoklorit dan kalsium hipoklorit mempunyai sifat multifungsi. Selain sebagai
pemutih, kedua senyawa ini dapat berfungsi sebagai penghilang noda dan
disinfektan (sanitizer). Fungsi ganda NaOCl sebagai penghilang noda maupun
disinfektan dapat menjadi peluang tersendiri dalam penjualan. Kita dapat
mengetahui kandungan bahan kimia yang terdapat di dalam pemutih dari
kemasannya. Dengan menggunakan pemutih yang biasanya mengandung bahan kimia
utama klorin dan natrium perborat, pakaian putih yang ternoda dapat menjadi
lebih putih cemerlang. Meskipun demikian, kita harus berhati-hati dalam
penggunaannya. Bahan kimia klorin dan natrium perklorat adalah bahan aktif yang
cukup berbahaya. Penggunaan pemutih yang kurang berhati-hati akan menyebabkan
lunturnya kain berwarna.
Pemutih
(bleaching agent) adalah bahan-bahan kimia yang dapat digunakan untuk mengatasi
kotoran yang membandel pada pakaian. Bahan aktif yang terkandung dalam pemutih
pakaian, antara lain natrium hipoklorit atau natrium perklorat. Namun demikian,
pemakaian pemutih yang terlalu sering dan berlebihan dapat menyebabkan pakaian
cepat rusak. Ini disebabkan bahan aktif tersebut dapat merusak partikel-partikel
dan serat kain. Pemakaian pemutih yang berlebih dan terlalu sering menyebabkan
seratserat kain menjadi keras dan rapuh. Supaya pakaian tidak cepat rusak maka
sebaiknya pemakaian pemutih hanya bila diperlukan saja. Pemutih sebaiknya hanya
digunakan jika penggunaan detergen biasa tidak mampu mengangkat kotoran secara
bersih. Perlu diketahui, pemutih pakaian dapat mengakibatkan memudarnya warna
pada pakaian berwarna.
Pemakaian
pemutih yang berlebihan juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Zat aktif
dalam pemutih dimungkinkan dapat membunuh bakteri dalam tanah. Cara mengatasi
limbah pemakaian pemutih hampir sama dengan penanggulangan limbah sabun dan
detergen.
Efek
Samping Penggunaan Pemutih
Penggunaan
pemutih yang berlebihan selain dapat menyebabkan kerusakan juga berdampak
negatif pada lingkungan. Jika air bekas cucian yang mengandung pemutih dibuang
ke tanah maupun ke sungai-sungai dapat menimbulkan pencemaran air. Selain itu,
dalam pemutih terkandung zat-zat aktif dan bahan-bahan yang bersifat korosif
yang dapat membunuh bakteri menguntungkan dalam tanah. Akibatnya, kesuburan
tanah dapat terganggu.
Lebih luas
lagi pembuangan limbah yang mengandung pemutih akan menimbulkan pencemaran
lingkungan baru. Khusus untuk pemutih wajah yang ditawarkan melalui iklaniklan,
kita harus hati-hati dalam memilih maupun menggunakannya. Hal ini karena
beberapa produk pemutih wajah dan tubuh terbukti mengandung logam berat merkuri
(raksa). Pemutih yang mengandung merkuri jika digunakan secara terus-menerus
dapat bersifat sebagai racun di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker (
bersifat karsinogen).
http://atiniwahyuutami09303241038.wordpress.com/2012/12/25/pemutih-pakaian-tinjauan-kimia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar