Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi
perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk
mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel.
Gula Pasir
adalah bahan makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat
Indonesia. Gula Pasir mengandung energi sebesar 364 kilokalori, protein 0
gram, karbohidrat 94 gram, lemak 0 gram, kalsium 5 miligram, fosfor 1 miligram,
dan zat besi 0 miligram. Selain itu di dalam Gula Pasir juga terkandung
vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 0 miligram.
Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Gula Pasir,
dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu,
bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber
gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi
dahlia, anggur, atau bulir jagung,
juga menghasilkan semacam pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa sebagai
komponen utama. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstraksi
(pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan).
Negara-negara penghasil gula terbesar adalah
negara-negara dengan iklim hangat seperti Australia, Brasil, dan Thailand. Hindia-Belanda (sekarang Indonesia) pernah
menjadi produsen gula utama dunia pada tahun 1930-an, namun kemudian tersaingi
oleh industri gula baru yang lebih efisien. Pada tahun 2001/2002 gula yang
diproduksi di negara berkembang dua kali
lipat lebih banyak dibandingkan gula yang diproduksi negara maju. Penghasil
gula terbesar adalah Amerika Latin, negara-negara Karibia, dan negara-negara Asia Timur.
Lain halnya dengan gula bit yang diproduksi di tempat
dengan iklim yang lebih sejuk seperti Eropa
Barat Laut dan Timur, Jepang utara, dan beberapa daerah di Amerika Serikat,
musim penumbuhan bit berakhir pada pemanenannya di bulan September. Pemanenan
dan pemrosesan berlanjut sampai Maret di beberapa kasus. Lamanya pemanen dan
pemrosesan dipengaruhi dari ketersediaan tumbuhan, dan cuaca. Bit yang telah
dipanen dapat disimpan untuk di proses lebih lanjut, namum bit yang membeku
tidak bisa lagi diproses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar