Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi).
Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah
ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah)
terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu,
atau bahkan hitam, yang disebut beras.
Beras umumnya tumbuh sebagai tanaman tahunan. Tanaman padi dapat tumbuh hingga setinggi 1 -
1,8 m. Daunnya panjang dan ramping dengan panjang 50 - 100 cm dan lebar 2 - 2,5
cm. Beras yang dapat dimakan berukuran panjang 5 - 12 mm dan tebal 2 - 3 mm.
Beras dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi,
makanan pokok terpenting warga dunia. Beras juga digunakan sebagai bahan
pembuat berbagai macam penganan dan kue-kue, utamanya dari ketan, termasuk pula
untuk dijadikan tapai. Selain itu, beras
merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param.
Dalam bidang industri pangan, beras diolah menjadi tepung
beras. Sosohan beras (lapisan aleuron), yang memiliki kandungan gizi tinggi, diolah menjadi
tepung bekatul (rice bran).
Bagian embrio juga diolah menjadi suplemen makanan dengan sebutan tepung mata
beras.
Kekurangan viamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam keadaan
berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan
pencernaan, sembelit, mudah lelah, kesemutan, jantung berdebar, dan refleks
berkurang.
Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium
merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial
dari enzim glutation
peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan
peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu
mengoksidasi asam lemak tidak jenuh
dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit
degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar
mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan
penyakit degeneratif lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar